POROFIL PONDOK PESANTREN TAHFIDZ YANBU’UL QUR’AN

NAMA PONDOK : YANBU’UL QUR’AN
ASAS : Pondok tahfidz kanak-kanak “YANBU’UL QUR’AN” Tersobo berasaskan PANCASILA & UUD 1945 serta berhalauan islam ahlussunnah waljama’ah.
TUJUAN : Pondok Tahfidz kanak-kanak “YANBU’UL QUR’AN” Tersobo bertujuan :
a. Mendidik anak menjadi hafal Al-Qur’an 30 juz.
b. Menegakkan syari’at agama islam serta mengembangkan dan melestarikan faham AHLUSSUNNAH WALJAMA’AH.
c. Membimbing anak supaya menjadi generasi Qur’ani.
ALAMAT : Dusun Tersobo 2 Rt 04 Rw 01 Desa Tersobo Kec. Prembun Kab. Kebumen
TELEPHONE : 081802846002, 085291100221
Santri semuanya mukim di pondok, kegiatan harian pondok adalah membimbing anak/santri supaya bisa menghafal Al-Qur’an 30 juz, dan alhamdulillah sampai sekarang sudah berhasil mewisuda 8 santri yang sudah hafal 30 juz yang rata-rata bisa menyelesaikan selama 6 tahun mulai dari awal dan sekarang sedang di persiapkan 6 santri untuk menghadapi wisuda yang akan datang, disamping santri menghafal Al-Qur’an santri masih sekolah dipagi hari yang bertempat di SDN 03 Tersobo dan MTsN Prembun.
Disamping santri mukimin, pondok pesantren masih mengelola TPQ umum untuk masyarakat sekitar yang sekarang jumlah santri ada 30 anak yang di kelola 2 Ustadz dan 1 Ustadzah.
clip_image002
Selama ini, pondok pesantren masih menumpang di tempat orang lain karena belum memiliki tempat sendiri. Dimulai dari tahun 1992 sampai sekarang yaitu bertempat dirumah peniggalan Ibu Hj Khofsah Abdul Aziz, berhubung ahli waris telah pulang dari perantauan, dan status tanah ini tidak di wakafkan.
Pondok pesantren ini merupakan cabang dari pondok pesantren “YANBU’UL QUR’AN” Kudus, oleh karena itu, maka pihak pusat memutuskan untuk direlokasi. Sementara ini dalam persiapanya baru menyelesaikan tanah seluas ±1200 m2. dan tanah tersebut sebagian akan didirikan masjid masyarakat, dengan harapan agar supaya hubungan interaktif antara pondok pesantren dengan masyarakat terjalin lebih erat.

JUMLAH SANTRI :
Santri putra 65 Anak
Santri putri 65 Anak
Jumlah 130 Anak

JUMLAH USTADZ : 
Ustadz 4 Orang
Ustadzah 3 Orang
Baca Selengkapnya >>

PENDAFTARAN SANTRI BARU

KETENTUAN PENDAFTARAN SANTRI BARU PPTA “ YANBU’UL QUR’AN “ KEBUMEN
WAKTU DAN TEMPAT PENDAFTARAN Pendaftaran di Laksanakan mulai : 
Tanggal     : (20 mei  – 31 Mei 2016)
Jam        : 08.00 s/d 15.00 WIB
Bertempat di     : PPTA Yanbu’ul Qur’an Kebumen , Dusun Tersobo 2 Rt 04 Rw 01 Desa Tersobo Kec. Prembun Kab. Kebumen Telp 081802846002, 085291100221

SYARAT – SYARAT PENDAFTARAN :

  1. Umur 6 s/d 7 Tahun
  2. Mengisi formulir pendaftaran
  3. Menyerahkan foto copy Akta kelahiran serta menunjukkan aslinya.
  4. Menyerahkan foto ukuran 3x4, 6 lembar ( hitam putih, putra berpecis, putri berjilbab )
  5. Menyerahkan foto copy Ijazah TK Raport SD/ MI ( bila ada )
  6. Memenuhi biaya administrasi Rp. 100.000,00 (Seratus  ribu  rupiah )
    No.2 s.d 5 dimasukan stop map

SYARAT – SYARAT PENERIMAAN :

  1. Lulus seleksi :
    • Seleksi dilaksanakan
      • hari : Sabtu
      • Tanggal    : 4 Juni 2016
      • Jam        : 08.00 s/d 15.00 WIB
    • Materi        :
      • baca ayat – ayat Al Qur’an      
      • kecepatan hafalan / daya ingat
      • hafalan surat wajib
  2. Bagi yang dinyatakan lulus seleksi :
    Resmi diterima sebagai santri baru di PPTA “ Yanbu’ul   Qur’an “ Kebumen
    Diharap memenuhi keuangan sebagai berikut :
    - I’anah syahriyyah / SPP ( 1 bulan )         Rp.     500.000,00 (limaratus ribu rupiah)

LAIN – LAIN :
  1. Hal – hal yang kurang jelas dapat di tanyakan di tempat pendaftaran Telp. 085640900881 
  2. Pembiayaan dapat berubah sewaktu – waktu

clip_image002[4]
Baca Selengkapnya >>

TATA TERTIB SANTRI PON-PES YANBU’UL QUR’AN

Sebagai santri pon-pes yanbu’ul qur’an di wajibkan mentaati tata tertib pondok sebagai berikut :

  1. Semua santri wajib mentaati nasihat kiyai/usatadz/ustadzah
  2. Semua santri wajib mengikuti semua kegiatan pondok sebagaimana tercantum kecuali sakit
    • Bila mendengar adzan semua santri harus cepat lari ke musholla atau masjid
    • Semua santri wajib ikut sholat berjamaah dan wiridanya
    • Diwaktu mengaji santri di larang keluar dari ruangan sebelum habis waktu kecual mendapat izin dari ustadzny
    • setiap mendengar bel sore harus mengambil pakaiannya dan melipatnya dengan rapih
    • Jika sholat semua santri harus memakai sarung dan baju berkancing
  3. Semua santri wajib berbuat baik terhadap sesama santri
  4. Selain pergi ke sekolah semua santri di larang keluar dari lingkungan pon-pes. kecuali mendapat izin.

Apabila santri melanggar tata tertib tersebut maka,

  1. melanggar 1x maka di hukum untuk menghafal ¼ juz / 5 pojok.
  2. melanggar 2x maka di hukum untuk menghafal ½ juz / 10 pojok.
  3. apabila sampai 3x berturut turut maka di hukum untuk menghafal seluruh hafalannya.

Demikian tat tertib pon-pes YANBU;UL QUR;AN. harap di perhatikan.

PENGASUH

 

(Kiyai Nur Kholis Sanusi)

clip_image002

Baca Selengkapnya >>

JADWAL KEGIATAN SANTRI PON-PES YANBU’UL QUR’AN

 

JADWAL KEGIATAN SANTRI PON-PES YANBU’UL QUR’AN

WAKTU

KEGIATAN

03:30-04:15

bangun tidur,mandi,persiapan sholat subuh

04:15-05:00

sholat subuh+wiridan

05:00-06:30

mengaji

06:30-07:00

makan pagi, persiapan sekolah

07:00-12:30

sekolah

12:30-13:00

sholat dzuhur+makan siang

13:00-13:45

mengaji

13:45-15:00

tidur siang

15:00-15:30

mandi,persiapan sholat ashar

15:30-16:00

sholat ashar+wiridan

16:00-17:00

mengaji

17:00-17:45

istirahat,ambil pakaian

17:45-18:30

sholat maghrib+wiridan

18:30-19:30

mengaji

19:30-20:00

sholat isya+wiridan

20:00-21:00

makan malam,belajar sekolah+persiapan tidur malam

21:00-03;30

tidur

 

 

clip_image002

Baca Selengkapnya >>

KH. Arwani Amin Pondok Pesantren Yanbu’ul Qur’an

Selain sebagai figur sentral, keberadaan ulama bagi kita juga dijadikan sebagai rujukan dan panutan. Sebagai Warasatul Ambiaya’, maka kita tidak hanya perlu mengikuti fatwa dan uswatun hasanahnya, tetapi juga perlu kita ketahui kepribadiannya. Untuk dapat kita jadikan landasan dan pijakan untuk kita ikuti ahlaqul karimahnya. Selain dikenal dengan sebutan Kota Kretek, Kudus juga dikenal sebagai Kota Religius atau lebih medasar lagi dikenal dengan sebutan Kota Santri. Pasalnya, banyak di antara santri yang menuntut ilmu di kota yang kharismatik yang menjadi panutan masyarakat sekitar Kudus. Di antara sekian banyak ulama di kota Kudus banyak ulama di kota Kudus yang menjadi tauladan bagi masyarakat adalah beliau Almarhum wal Maghfurlah KH. Arwani Amin. clip_image002

Keluarga Pencinta Al-Qur’an

Sekitar lebih 100 meter di sebelah selatan Masjid Menara Kudus, tepatnya di Desa Madureksan, Kerjasan, dulu tersebutlah pasangan keluarga shaleh yang sangat mencintai al-Qur’an. Pasangan keluarga ini adalah KH. Amin Sa’id dan Hj. Wanifah. KH. Amin Sa’id ini sangat dikenal di Kudus kulon terutama di kalangan santri, karena beliau memiliki sebuah toko kitab yang cukup dikenal, yaitu toko kitab Al-Amin. Dari hasil berdagang inilah, kehidupan keluarga mereka tercukupi.

Yang menarik adalah, meski keduanya (H. Amin Sa’id dan istrinya) tidak hafal al-Qur’an, namun mereka sangat gemar membaca al-Qur’an. Kegemarannya membaca al-Qur’an ini, hingga dalam seminggu mereka bisa khatam satu kali. Hal yang sangat jarang dilakukan oleh orang kebanyakan, bahkan oleh orang yang hafal al-Qur’an sekalipun.

Kelahiran KH. Arwani Amin

KH. Arwani Amin adalah salah satu ulama yang sangat masyhur dan dihormati di kota Kudus karena kedalaman ilmunya serta sifatnya yang santun dan lemah lembut. Beliau dilahirkan pada Selasa Kliwon, 5 Rajab 1323 H, yang bertepatan dengan tanggal 5 September 1905 M di Desa MAdureksan, Kerjasan, Kudus.

Beliau dikenal karena Pondok Huffadh Yanbu’ul Qur’an yang didirikannya, menjadi tujuan para santri yang ingin belajar menghafal al-Qur’an dan belajar Qira’at Sab’ah. Selain itu, beliau juga seorang mursyid (pimpinan) Thoriqah yang mempunyai ribuan jama’ah.

Arwan adalah anak kedua dari 12 bersaudara. Kakaknya yang pertama seorang perempuan bernama Muzainah. Sementara adik-adiknya secara berurutan adalah Farkhan, Sholikhah, H. Abdul Muqsith, Khafidz, Ahmad Da’in, Ahmad Malikh, I’anah, Ni’mah, Muflikhak dan Ulya. Dari kedua belas ini, ada tiga yang paling menonjol, yaitu Arwan, Farkhan dan Ahmad Da’in. ketiga-tiganya hafal al-Qur’an. Arwan kecil hidup di lingkungan yang sangat taat beragama (religius). Kakek dari ayahnya adalah salah satu ulama besar di Kudus, yaitu KH. Imam Kharamain. Sementara garis nasabnya dari ibu, sampai pada pahlawan nasional yang juga ulama besar Pangeran Dipenegoro yang bernama kecil Raden Mas Ontowiryo.

Masa Menuntut Ilmu

KH. Arwani Amin dan adik-adiknya sejak kecil hanya mengenyam pendidikan di madrasah dan pondok pesantren. Arwani kecil memulai pendidikannya di Madrasah Mu’awanatul Muslimin, Kenepan, sebelah utara Menara Kudus. Beliau masuk di madrasah ini sewaktu berumur 7 tahun. Madrasah ini merupakan madrasah tertua yang ada di Kudus yang didirikan oleh Syarikat Islam (SI) pada tahun 1912. Salah satu pimpinan madrasah ini di awal-awal didirikannya adalah KH. Abdullah Sajad.

Setelah sudah semakin beranjak dewasa, akhirnya memutuskan untuk meneruskan ilmu agama Islam ke berbagai pesantren di tanah Jawa, seperti Solo, Jombang, Jogjakarta dan sebagainya. Dari perjalanannya berkelana dari satu pesantren ke pesantren itu, talah mempertemukannya dengan banyak kiai yang akhirnya menjadi gurunya (masyayikh). Adapun sebagian guru yang mendidik KH. Arwani Amin di antaranya adalah KH. Abdullah Sajad (Kudus), KH. Imam Kharamain (Kudus), KH. Ridwan Asnawi (Kudus), KH. Hasyim Asy’ari (Jombang), KH. Muhammad Manshur (Solo), Kiai Munawir (Yogyakarta) dan lain-lain.

Khusnul Khuluq dalam Perilaku

Selama berkelana mencari ilmu baik di Kudus maupun di berbagai pondok pesantren yang disinggahinya, KH. Arwani Amin dikenal sebagai pribadi yang santun dan cerdas karena kecerdasannya dan sopan santunnya yang halus itulah, maka banyak kiainya yang terpikat. Karena itulah pada saat mondok KH. Arwani Amin sering dimintai oleh kiainya membantu mengajar santri-santri lain. Lalu memunculkan rasa sayang di hati para kiainya.

Sekitar tahun 1935, KH. Arwani Amin pun melaksanakan pernikahan dengan salah satu seorang putri Kudus, yang kebetulan cucu dari guru atau kiainya sendiri yaitu KH. Abdullah Sajad. Perempuan sholehah yang disunting oleh beliu adalah ibu Naqiyul Khud. Dari pernikahannya dengan ibu Naqiyul Khud ini, KH. Arwani Amin diberi dua putrid dan dua putra. Putri pertama dan kedua beliau adalah Ummi dan Zukhali (Ulya), namun kedua putri beliau ini menginggal dunia sewaktu masih bayi.

Yang tinggal sampai kini adalah kedua putra beliau yang kelak meneruskan perjuangan KH. Arwani Amin dalam mengelola pondok pesantren yang didirikannya. Kedua putra beliau adalah KH. Ulin Nuha (Gus Ulin) dan KH. Ulil Albab Arwani (Gus Bab). Kelak, dalam menahkodai pesantren itu, mereka dibantu oleh KH. Muhammad Manshur. Salah satu khadam KH. Arwani Amin yang kemudian dijadikan sebagai anak angkatnya.

KH. Arwani Amin meninggalkan sebuah kitab yang diberi nama Faidl al-Barakat fi al-Sabi’a Qira’at. Kitab ini adalah panduan belajar Qira’at Sab’ah. Setelah sekian lama berjuang untuk agama, masyarakat, dan negaranya, akhirnya beliau pun harus kembali menghadap ke haribaan-Nya. Beliau wafat pada 1 Oktober 1994 M. yang bertepatan dengan 25 Rabi’ul Akhir 1415 H. dalam usia 92 tahun. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Beliau dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Yanbu’ul Qur’an.

Berbicara mengenai sosok besar termasuk ulama (kiai), tentu saja kita tidak bisa melihat secara sepintas kesuksesan mereka. Keteladanan justru akan bisa diperoleh dengan mengetahui (lewat membaca) bagaimana perjalanan mereka, hingga bisa menjadi tokoh yang sangat dihormati dan dikagumi. Jika si tokoh itu masih hidup, kita bisa dengan gampang bersilaturrahim dan belajar secara langsung. Persoalannya, bagaimana jika tokoh yang bersangkutan sudah tiada (wafat) ?  tentu saja kita akan cuma mendapatkan informasi mengenai tokoh tersebut dari cerita-cerita para orang tua. Lalu, bagaimana jika para orang yang mengetahui cerita-cerita tentang sosok teladan itu habs atau sudah meninggal ?

Maka dari itu, dibutuhkan data tertulis seperti buku (biografi) yang praktis dan sangat mudah dipahami. Mengingat pentingnya sebuah (buku) biografi seorang tokoh besar dalam kaitannya sebagai teladan bagi generasi mendatang. Buku yang diberi judul “Penjaga Wahyu dari Kudus” ini meski secara singkat atau mungkin kurang lengkap menceritakan bagaimana perjalanan KH. Arwani Amin dalam mengarungi hidup hingga akhirnya menjadi sosok ulama besar. Untuk itu harapan penulis, semoga buku kecil yang jauh darii sempurna ini, bisa menjadi bacaan untuk meneladani perjuangan dan sikap hidup (Mbah) KH. Arwani Amin bagi masyarakat secara umum.

Baca Selengkapnya >>

TATA TERTIB ORANG TUA / WALI SANTRI

TATA TERTIB ORANG TUA / WALI SANTRI

  1. Orang tua / wali santri di wajibkan ikut mendo’akan anak-anaknya yang berada di pesantren.
  2. Membayar uang syahriyah paling lambat tgl 5 (bulan qomariyah)
  3. meninjau anak hanya di perbolehkan satu bulan sekali, yaitu hari ahad pertama pada setiap bulan, dan orang tua / wali santri di mohon untuk memberikan nasehat – nasehat kepada anak-anaknya agar:
    • Memperhatikan semua pelajaran dan patuh serta hormat terhadap guru dan pembimbingnya.
    • sopan santun terhadap orang tua serta berbuat baik terhadap sesama santri.
  4. Meneliti pakaian serta perlengkapan sekolah lainya di almari masing-masing, kemungkinan ada yang hilang / ada yg perlu di ganti
  5. Tidak di benarkan dan tidak di perbolehkan memberi sesuatu apapun kepada anak tanpa perantara pengasuh / pengurus.
  6. Liburan satu tahun hanya sekali, dan anak di perbolehkan di bawa pulang selama liburan . dan harap kembali ke pesantren tepat pada waktu/ hari yang telah di tentukan oleh pengurus.
  7. Membawa pulang anak di luar hari libur karena suatu hal harus seizin pengasuh / pengurus.
  8. Hal-hal yang belum di atur / di cantumkan dalam tata tertib ini akan di atur kemudian.

 

PENGASUH

(Kiyai Nur Kholis Sanusi)

clip_image002

Baca Selengkapnya >>

Keutamaan Menghafal Al-Qur`an (Tahfidz Quran)

Banyak hadits Rasulullah saw yang mendorong untuk menghafal Al Qur'an atau membacanya di luar kepala, sehingga hati seorang individu muslim tidak kosong dari sesuatu bagian dari kitab Allah swt. Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, "Orang yang tidak mempunyai hafalan Al Qur'an sedikit pun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh." (HR. Tirmidzi)

Berikut adalah Keutamaan menghafal Qur'an yang dijelaskan Allah dan Rasul-Nya, agar kita lebih terangsang dan bergairah dalam berinteraksi dengan Al Qur'an khususnya menghafal.

image

KEUTAMAAN DI DUNIA

1. Hifzhul Qur'an merupakan nikmat rabbani yang datang dari Allah
Bahkan Allah membolehkan seseorang memiliki rasa iri terhadap para ahlul Qur'an,"Tidak boleh seseorang berkeinginan kecuali dalam dua perkara, menginginkan seseorang yang diajarkan oleh Allah kepadanya Al Qur'an kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, sehingga tetangganya mendengar bacaannya, kemudian ia berkata, 'Andaikan aku diberi sebagaimana si fulan diberi, sehingga aku dapat berbuat sebagaimana si fulan berbuat'" (HR. Bukhari)

Bahkan nikmat mampu menghafal Al Qur'an sama dengan nikmat kenabian, bedanya ia tidak mendapatkan wahyu,"Barangsiapa yang membaca (hafal) Al Qur'an, maka sungguh dirinya telah menaiki derajat kenabian, hanya saja tidak diwahyukan kepadanya."(HR. Hakim)

2. Al Qur'an menjanjikan kebaikan, berkah, dan kenikmatan bagi penghafalnya
"Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya" (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Seorang hafizh Al Qur'an adalah orang yang mendapatkan Tasyrif nabawi (penghargaan khusus dari Nabi SAW)
Di antara penghargaan yang pernah diberikan Nabi SAW kepada para sahabat penghafal Al Qur'an adalah perhatian yang khusus kepada para syuhada Uhud yang hafizh Al Qur'an. Rasul mendahulukan pemakamannya. "Adalah nabi mengumpulkan di antara dua orang syuhada Uhud kemudian beliau bersabda, "Manakah di antara keduanya yang lebih banyak hafal Al Qur'an, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliau mendahulukan pemakamannya di liang lahat." (HR. Bukhari)

Pada kesempatan lain, Nabi SAW memberikan amanat pada para hafizh dengan mengangkatnya sebagai pemimpin delegasi. Dari Abu Hurairah ia berkata, "Telah mengutus Rasulullah SAW sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasul mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada Shahabi yang paling muda usianya, beliau bertanya, "Surat apa yang kau hafal? Ia menjawab,"Aku hafal surat ini.. surat ini.. dan surat Al Baqarah." Benarkah kamu hafal surat Al Baqarah?" Tanya Nabi lagi. Shahabi menjawab, "Benar." Nabi bersabda, "Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi." (HR. At-Turmudzi dan An-Nasa'i)

Kepada hafizh Al Qur'an, Rasul SAW menetapkan berhak menjadi imam shalat berjama'ah. Rasulullah SAW bersabda, "Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya." (HR. Muslim)

4. Hifzhul Qur'an merupakan ciri orang yang diberi ilmu
"Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim." (QS Al-Ankabuut 29:49)

5. Hafizh Qur'an adalah keluarga Allah yang berada di atas bumi
"Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, "Siapakah mereka ya Rasulullah?" Rasul menjawab, "Para ahli Al Qur'an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya." (HR. Ahmad)

6. Menghormati seorang hafizh Al Qur'an berarti mengagungkan Allah
"Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah menghormati orang tua yang muslim, penghafal Al Qur'an yang tidak melampaui batas (di dalam mengamalkan dan memahaminya) dan tidak menjauhinya (enggan membaca dan mengamalkannya) dan Penguasa yang adil." (HR. Abu Daud)

KEUTAMAAN DI AKHIRAT

1. Al Qur'an akan menj! adi penolong (syafa'at) bagi penghafal
Dari Abi Umamah ra. ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Bacalah olehmu Al Qur'an, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafa'at pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafalnya)."" (HR. Muslim)

2. Hifzhul Qur'an akan meninggikan derajat manusia di surga
Dari Abdillah bin Amr bin 'Ash dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Akan dikatakan kepada shahib Al Qur'an, "Bacalah dan naiklah serta tartilkan sebagaimana engkau dulu mentartilkan Al Qur'an di dunia, sesungguhnya kedudukanmu di akhir ayat yang kau baca." (HR. Abu Daud dan Turmudzi)

Para ulama menjelaskan arti shahib Al Qur'an adalah orang yang hafal semuanya atau sebagiannya, selalu membaca dan mentadabur serta mengamalkan isinya dan berakhlak sesuai dengan tuntunannya.

3. Para penghafal Al Qur'an bersama para malaikat yang mulia dan taat
"Dan perumpamaan orang yang membaca Al Qur'an sedangkan ia hafal ayat-ayatnya bersama para malaikat yang mulia dan taat."(Muttafaqun 'alaih)

4. Bagi para penghafal kehormatan berupa tajul karamah (mahkota kemuliaan)
Mereka akan dipanggil, "Di mana orang-orang yang tidak terlena oleh menggembala kambing dari membaca kitabku?" Maka berdirilah mereka dan dipakaikan kepada salah seorang mereka mahkota kemuliaan, diberikan kepadanya kesuksesan dengan tangan kanan dan kekekalan dengan tangan kirinya. (HR. At-Tabrani)

5. Kedua orang tua penghafal Al Qur'an mendapat kemuliaan
Siapa yang membaca Al Qur'an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, "Mengapa kami dipakaikan jubah ini?" Dijawab,"Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur'an." (HR. Al-Hakim)

6. Penghafal Al Qur'an adalah orang yang paling banyak mendapatkan pahala dari Al Qur'an
Untuk sampai tingkat hafal terus menerus tanpa ada yang lupa, seseorang memerlukan pengulangan yang banyak, baik ketika sedang atau selesai menghafal. Dan begitulah sepanjang hayatnya sampai bertemu dengan Allah. Sedangkan pahala yang dijanjikan Allah adalah dari setiap hurufnya. "Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur'an maka baginya satu hasanah, dan hasanah itu akan dilipatgandakan sepuluh kali. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif itu satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf." (HR. At-Turmudzi)

7. Penghafal Al Qur'an adalah orang yang akan mendapatkan untung dalam perdagangannya dan tidak akan merugi
"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri." (QS Faathir 35:29-30)

"Ya Allah, jadikan kami, anak-anak kami, dan keluarga kami sebagai penghafal Al Qur'an, jadikan kami orang-orang yang mampu mengambil manfaat dari Al Qur'an dan kelezatan mendengar ucapan-Nya, tunduk kepada perintah-perintah dan larangan-larangan yang ada di dalamnya, dan jadikan kami orang-orang yang beruntung ketika selesai khatam Al Qur'an. Allahumma amin"

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْءَانَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan al-Qur'an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran (QS. al-Qamar:17)

Baca Selengkapnya >>